Kamis, 02 Februari 2017

Contoh MAKALAH KIMIA (Laporan Hasil Pengamatan)

LAPORAN PRAKTIKUM ASAM BASA
LABORATORIUM IPA





LOGO





MAN PESANGGARAN BANYUWANGI
2016/2017


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pratikum Kimia “Mengidentifikasi larutan Asam Basa” di Laboratorium Madrasah Aliyah Negeri Pesanggaran Tahun Ajaran 2017/2018 ini telah dibaca dan disetujui pada:

Tanggal      : 31 Januari 2017
Tempat      : Laboratorium IPA MAN Pesanggaran


OLEH
       Mengetahui
     Kepala sekolah                                        Guru Kimia
                                                         

     Drs.H.MUJIKAN                               SUSANTO, S.Pd           
NIP:196705191992031002             NIP:197410052005011003             





LAPORAN PRATIKUM KIMIA


I.                  JUDUL LAPORAN       : ASAM BASA
II.               TUJUAN PERCOBAAN:
1.     Mengidentifikasi larutan Asam Basa dengan menggunakan indikator kertas lakmus
2.     Mengidentifikasi larutan Asam Basa dengan menggunakan indikator universal
3.     Mengidentifikasi larutan Asam Basa dengan menggunakan indikator alami yang diambil dari ekstrak kulit buah naga
III.           DASAR TEORI
Asam berasal dari kata acetum yang berarti cuka. Larutan Asam memiliki rasa masam dan bersifat korosif. Larutan Basa memiliki rasa pahit dan bersifat kaustik yang licin seperti sabun. Cara untuk membedakan larutan itu bersifat asam ataupun basa dan netral dengan mengguakan indikator universal seperti kertas lakmus, dan indikator alami seperti indikator dari kulit manggis ataupun kulit buah naga.
Cara mengetaui larutan asam basa dengan menggunakan kertas lakmus. Ada dua macam jenis kertas lakmus yaitu berwarna sebagai asam dan biru sebagai basa. Caranya, celupkan kertas lakmus ke dalam larutan jika kertas lakmus merah berubah warna menjadi biru maka larutan tersebut bersifat basa. Sebaliknya, kertas lakmus biru akan berubah warna menjadi warna merah maka larutan tersebut bersifat asam. Dan jika warna kertas lakmus tetap maka larutan tersebut bersifat netral(tidak asam tidak basa).
Mengidentifikasi dengan menggunakan kertas indikator universal. Kertas Indikator Unversal dapat digunakan untuk menentukan harga pH dari suatu larutan. Dengan harga pH tersebut, larutan dapat bersifat asam (pH<7), netral (pH=7), dan basa (pH>7). Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan ditentukan nilai pH-nya. Ketika sudah tercelup, warna-warna pada kertas lakmus akan berubah warna. Keempat garis warna yang berubah dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat pada kemasan kertas indikator.
Mengidentifikasi laporan dengan menggunakan indikator alami yang diambil dari ekstrak kulit buah naga. Pigmen merah kulit buah naga yang berasal dari antosianin, dan berubah warna pada perubuhan keasamannya.


IV.           RANCANGAN PERCOBAAN
a.     Uji coba larutan dengan menggunkan indikator Kertas Lakmus
b.     Uji Coba Larutan dengan menggunakan indikator universal
c.      Uji coba Larutan dengan menggunakan  Indikator Alami
V.               ALAT DAN BAHAN
1.     ALAT:
a.       Pipet Tetes
b.      Pelat Tetes
c.       Tissue
d.      Mortal dan Martil
e.       Spatula
f.       Kulit Buah Naga
g.      Pisau
h.      Sunlight
2.     BAHAN:
a.       Larutan Gula                           k.  Air Mineral
b.      Larutan Garam                        l.  Sprite/Fanta
c.       Larutan Urea                           m.  Air Kapur
d.      Larutan ZA                             n.  Air Laut
e.       Larutan Buah(jeruk/pisang)    o.  Air Kelapa
f.       Air Sawah                               p.  Air Kencing
g.      Air Sungai                               q.  Air Ludah
h.      Air Sumur                               r.  HCl
i.        Air Sabun/Detergen                s.  NaOH
j.        Shampo                                   t.  CaCO3






VI.           PROSEDUR/CARA KERJA
Beberapa prosedur yang dilakukan untuk mengidentifikasi larutan Asam Basa:
1.      Prosedur menggunakan indikator kertas lakmus
a.       Siapkan pelat dan pipet tetes, termasuk larutan yang akan diuji
b.      Lalu, ambil larutan dengan menggunakan pipet tetes dan taruh ke dalam pelat
c.       Setelah itu celupkan kertas lakmus tersebut ke dalam larutan tersebut
d.      Lihat hasilnya, jika kertas lakmus yang semula warna merah dan berubah menjadi biru maka larutan tersebut besifat basa, dan sebaliknya bila kertas lakmus berwarna biru menjadi merah berarti larutan tersebut bersifat asam.
e.       Jangan lupa cuci pelat dan pipet tetes dengan sunlight jika akan berganti larutan yang akan diuji.
2.      Prosedur menguji larutan dengan menggunakan indikator universal
a.       Ambil kertas pH
b.      Celupkan kedalam larutan yang akan diuji
c.       Setelah berubah warna cocokkan kertas pH pada tabel yang terdapat pada
kemasan kertas pH.
3.      Prosedur menguji larutan dengan menggunakan indikator alami (ekstrak kulit buah naga)
a.       Pisahkan kulit buah naga dengan daging buah
b.      Lalu potong kecil-kecil kulit buah naga, masukkan ke dalam mortal dan tumbuk dengan menggunakan martil
c.       Jika sudah halus maka tambahkan air secukupnya dan indikator siap digunakan.
d.      Teteskan ekstrak kulit buah naga dengan menggunakan pipet tetes
e.       Dan larutan siap diuji.



VII.        DATA HASIL PERCOBAAN
No
LARUTAN
Kertas Lakmus
KETERANGAN
Merah
Biru
1
Larutan gula
M
B
N
2
Larutan garam
B
B
N
3
Larutan urea
M
B
N
4
Larutan ZA
M
M
A
5
Larutan buah
M
M
A
6
Air sawah
M
B
N
7
Air sungai
M
B
N
8
Air sumur
M
B
N
9
Air sabun
B
B
B
10
Air shampo
N
B
N
11
Fanta
M
M
A
12
Air mineral
M
B
N
13
Air kelapa
M
B
N
14
Air kapur
B
B
B
15
Air sunligh
M
M
A
16
Air kencing
M
B
N
17
Air ludah
B
B
B
18
Air laut
M
B
N

HASIL PENGAMATAN
A.    Uji Larutan Dengan Kertas Lakmus

B.    Uji Larutan Dengan Indikator Universal
No
Larutan
PH
Keterangan
1
Air sabun
12
B
2
Air kapur
13
B
3
Air cuka
3
A
4
Air kemasan
7
N

C.     Uji Coba Dengan Indikator Alami
No
Larutan
Warna larutan
Warna Larutan
Keterangan
1
Air sabun
B
B
B
2
Air Cuka
M
M
A
3
Air Kapur
KUNING
A
4
Air mineral
PINK PEKAT
PINK PEKAT
A


VIII.    ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Mengidentifikasi larutan asam basa dan netral dengan menggunakan indikator kertas lakmus.Kertas lakmus adalah suatu kertas dari bahan kimia yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam basa.Warna yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kadar pH dalam larutan yang ada.Kertas ii terbuat dari selulosa kayu yang merupakan komponen utama dari dinding sel pohon.Kayu selulosa terdiri dari rantai molekul gula yang memberikan kekuatan kayu.Perubahan warna yang dihasilkan pada kertas lakmus disebabkan oleh adanya orchein (ekstrak lichenes) yag bewarna biru dalam kertas lakmus.Larutan bersifat asam akan mengubah lakmus biru menjadi merah,dan lakmus merah tetap merah.Larutan bersifat basa akan mengubah lakmus biru tetap biru dan lakmus merah menjadi biru.Larutan bersifat netral tidak mengubah lakmus merah ataulakmus biru tetap menjadi biru.
Indikator universal merupakan campuran dari bermacam-macam indikator yang dapat menunjukkan  pH suatu larutan dari perubahan waranya.Memiliki warna yang berbeda setiap nilai pH 1-14.Untuk mengetahaui larutan bersifat asam basa dengan menggunakan indikator universal dengan cara celupkan kertas indikator universal dalam larutan  yang akan diselidiki pH-nya,lalu amati perubahan warna dan membandingkan dengan warna standart yang berada dalam tabel warna pada kemasan  indikator universal.

Rentag  pH

Keterangan

Warna

< 3

Asam Kuat

Merah

3-6

Asam Lemah

Jingga/Kuning

7

Netral

Hijau

8-11

Basa Lemah

Biru

>11

Basa Kuat

Ungu/Violet

              Mengidentifikasi larutan dengan menggunakan indikator alami yaitu dengan ekstrak dari kulit buah naga.Tidak semua jenis buah dapat digunakan sebagai indikator alami hanya buah yang mempunyai warna pigmen yang mencolok.Kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricensis)merupaka salah satu sumber pewarna alami makanan yang menghasilkan pigmen antosianin.
Dari warna kulit buah yang pekat tersebut dapat dijadikan sebagai indikator alami penentu asam basa.

IX.           KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dari pratikum yang kami lakukan dengan menggunakanbeberapa indikator maka dapat disimpulkan bahwa:
Ø  Larutan asam akan mengubah warna kertas lakmus menjadi warna merah. Contohnya : larutan ZA, larutan buah dan fanta. Sementara larutan basa akan mengubah kertas lakmus menjadi warna biru. Contohya: larutan sabun, larutan kapur dan air ludah
Ø   Larutan akan bersifat asam jika memiliki pH<7 pada tabel indikator. Contohnya : air sabun dan air kapur. Sedangkan larutan akan bersifat basa jika memiliki pH>7. Contohnya : air cuka
Ø  Larutan  asam berdasarkan idikator alami berdasarkan data yaitu air sabu dan air kapur , sedangkan larutan basa berdaarka indikator alami yaitu air cuka.   

SARAN

Jika kalian akan melakukan suatu penelitian dan pratikum maka persiapkan alat dan bahan terlebih dahulu dengan teliti.Jika sudah berada di laboratorium maka berhati-hatilah bila akan melakukan sesuatu,jika melakukan percobaan larutan asam basa sebaiknya tempat yang untuk uji coba dicucu terlebih dahulu bila akan menidentifikasi larutan lainnya.

I.                  DAFTAR PUSTAKA
Susilowati Endang,2004,SAINS KIMIA Prinsip dan Terapannya,Solo,Tiga Serangkai
Sutresna Nana dkk,2016,Aktif dan Belajar Kimia,Bandung,Grafindo Media Pratama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar